KLIK Disini dapat Uang

Rabu, 16 Desember 2009

Protokol routing Cisco

Protokol routing



Mengapa protokol routing diperlukan dalam jaringan komputer? Jaringan komputer dapat
diibaratkan seperti jalanan untuk kendaraan umum. Jika hanya ada satu jalanan saja untuk
semua kendaraan umum, tentu lalulintas akan mengalami kemacetan. Oleh sebab itu dibuat
jalan-jalan tambahan dan jalan-jalan tol yang memungkinkan kendaraan mengambil jalur-
jalur alternatif untuk mencapai tujuan.
Untuk membantu mencapai tujuan diperlukan peta jalan. Hal yang sama terjadi juga
dalam jaringan WAN. Jaringan WAN dibagi menjadi berbagai segmen dan jaringan dengan
jalur yang berbagai macam. Supaya suatu paket dapat mencapai tujuannya, diperlukan
suatu peralatan untuk mengatur paket-paket tersebut agar mencapai tujuannya dengan
jalan yang tersingkat.
Untuk itu digunakan router yang fungsi utamanya adalah untuk menentukan jalur dan
meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jaringan lain. Agar router dapat mengetahui
bagaimana meneruskan paket-paket ke alamat yang dituju dengan menggunakan jalur yang
baik, router menggunakan peta atau tabel routing. Tabel routing dapat dibuat secara static,
dynamic dan default.
Static routing adalah cara pembuatan tabel routing secara manual. Static routing ini
dapat dipakai pada jaringan sederhana yang hanya menggunakan beberapa buah router dan
berfungsi untuk menghemat penggunaan bandwidth. Sedangkan dynamic routing untuk
membuat suatu tabel routing secara dinamis berubah-ubah secara otomatis jika topologi
jaringan berubah. Dynamic routing menggunakan protocol routing dalam pembuatan tabel
routing.
Protokol routing menggunakan istilah yang disebut metric dalam menentukan jalur yang
terbaik yang akan dicapai. Metric adalah suatu nilai hasil perhitungan algoritma yang
dipakai oleh protokol routing. Metric dapat berupa jarak ke tujuan atau ongkos ke tujuan.
Jenis metric yang dipakai tergantung pada jenis protokol routing yang dipakai, dimana
setiap jenis protokol routing menggunakan metric yang berbeda satu dengan yang lain.
Oleh karena protokol routing bergantung pada algoritma routing dalam menentukan jalur-
jalur yang digunakan, maka algoritma routing harus akurat, tidak hanya menggunakan daya
CPU dan bandwidth, serta memiliki konvergensi yang cepat. Konvergensi adalah waktu yang
diperlukan oleh semua router dalam jaringan untuk mengikuti perubahan yang disebabkan
oleh suatu perubahan topologi jaringan

Static routing
IP routing selalu diterapkan (enable) untuk Cisco Router. Untuk menerapkan IP ke suatu
interface, ketik perintah berikut dari configuration interface mode

Dynamic Routing
Dynamic routing secara umum dapat dibagi menjasi 2 kategori, yaitu Distance Vector dan
link state routing protocol. antara lain : Routing Information Protocol (RIP), Interior
Gateway Routing Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP),
Open Shortest Path First (OSPF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar