KLIK Disini dapat Uang

Jumat, 05 Februari 2010

SEKILAS FTP dan SAMBA DEBIAN

Konfigurasi FTP Pada Linux Debian

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.

FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.

Cara penginstalan dan konfigurasinya adalah :

* Install paket : apt-get install proftpd
* Edit file /etc/proftpd.conf (vi proftpd.conf)

-port = 21

-Umask = 022 022

-AllowOverwrite = on

* Restart Servicenya dengan cara /etc/init.d/proftpd restart
* Setelah itu coba login dengan cara :

ftp

ftp > open

(to) localhost

Name(localhost:root)

Password : XXXXX



DNS SERVER PADA DEBIAN

Assalamualaikum wr.wb

Artikel ini akan membahas tentang cara Konfigurasi DNS server pada Linux Debian..

Hal yang harus kita ketahui untuk membuat DNS server file yang harus di konfigurasi pada linux yaitu bernama : named.conf. Edit file ini untuk mengkonfigurasi DNS Server.. Dengan IP server 192.168.1.1

cara seperti berikut :

1. Agar FIle named.conf bisa di edit paket debian yang harus kita install adalah paket bind atau named dengan cara :

server@root #apt-get install bind

2. setelah terinstalla cari file named.conf dengan cara :

server@root #locate named.conf

/etc/bind/named.conf

3. Setelah itu edit file tersebut dengan perintah :

server@root #mcedit /etc/bind/named.conf

4. lalu tambahkan konfigurasi di bawah kedalamnya :

zone "iman-tkj.com" {
type master;
file "/etc/bind/zones/iman-tkj.
com";
};

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com";
};

5. Setelah itu Copy file /etc/bind/db.local dengan nama /etc/bind/zones/iman-tkj.com dan file /etc/bind/db.127 dengan nama /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com dengan cara :

server@root #cp /etc/bind/db.local /etc/bind/zones/iman-tkj.com

server@root #cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com

6. Lalu edit kedua file tadi seperi dibawah ini :

server@root #mcedit /etc/bind/iman-tkj.com

$TTL 604800
@ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS iman-tkj.com. # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
@ IN A 192.168.1.1 # ganti ip yang anda gunakan
www IN CNAME @


server@root #mcedit /etc/bind/forward.iman-tkj.com

$TTL 604800
@ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS iman-tkj.com. # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
1 IN PTR 192.168.1.1 # di ganti dengan ip anda

7. Setelah itu edit file /etc/resolv.conf seperti dibawah ini :

server@root #mcedit /etc/resolv.conf

nameserver 192.168.1.1

8. Reload paket bind dengan cara berikut :

server@root #/etc/init.d/bind restart



routing

Routing adalah proses pengiriman informasi/data dari pengirim di suatu jaringan ke penerima yang berada di jaringan yang lain (melalui interwork). Atau bisa juga didefinisikan sebagai penggabungan dua jaringan atau lebih dalam satu komputer.

Cara konfigurasi nya adalah :

Edit file : /etc/network/iface

Interfaces = ”eth0”

Interfaces = ”eth1” (tambah sebanyak ethernet card yang terpasang)

Edit file : /etc/init.d/rc

Ganti script menjadi seperti contoh dibawah ini :

/sbin/iptables –t nat –A POSTROUTING –s 192.168.1.0/24 –d 0.0.0.0/0 –j MASQUERADE




Konfigurasi Proxy Server pada Debian

Cara Instalasi dan konfigurasinya adalah :

Install paket dengan perintah : apt-get install squid

Edit file : /etc/squid.conf

Ganti script menjadi seperti contoh dibawah ini :

http_port 8080

tcp_port 0

cache_mem 32 MB

cache_access_log /var/log/squid/access.log

dns_nameserver 192.168.1.1

acl blacklist uri_regex –I “/etc/squid/black.list”

acl lan src 192.168.1.0/24

http_access deny blacklist lan

http_access allow lan

http_access deny all

cache_mgr webmaster@jamel.net

visible_hostname proxy@jamel.net

httpd_accel_host virtual

httpd_accel_port 80

httpd_accel_with_proxy on

httpd_accel_uses_host_header on

append_domain jamel.net

Buat file: # vi /squid/black.list pada direktori /etc/

Isi dengan kata-kata atau data yang ingin diblok nantinya

Beri izin file yang dibuat tadi dengan cara chmod 755 black.list

Edit file /etc/init.d/rc

Buat script seperti dibawah ini :

/sbin/iptables –t nat –A PREROUTING –s 192.168.1.0/24 –p tcp –m tcp –dport 80 –j DNAT –to-destination 192.168.1.1:8080

Reboot computer

Setelah login, coba test dengan menggunakan perintah : # iptables –t nat –L

Untuk melihat log, tuliskan perintah : tail –f /var/log/squid/access.log

mengkongfigurasi samba

Mengatur konfigurasi services samba pada debian etch 4.0
Samba merupakan service yang berfungsi untuk filesharing dan printer Linux pada client Windows. Pada saat instalasi debian Etch 4.0, paket samba sudah ada di opsi awal pemilihan paket yang bernama filesharing. Namun, perlu diketahui bahwa konfigurasi awal dari samba tersebut dirasa kurang sempurna walaupun secara security sudah baik. Lalu bagaimana cara membuat konfigurasi sederhana, mudah serta aman? dalam artikel ini saya mendapatkan bantuan dari mas agus UII ( T. Industri 2002 ).

Cukup lama saya mengatur konfigurasi samba dan akhirnya mendapatkan bantuan. Konfigurasi samba menggunakan via http dengan SWAT ( port : 901 ) pada debian juga tidak bisa diharapkan karena hasilnya kurang memuaskan. Nah, sekarang mari kita otak-atik setting samba sesuai dengan keinginan sharing yang kita mau. Pertama-tama, matikan service samab melalui konsole dengan mengetikkan command "/etc/init.d/samba stop". Setelah service samba sudah mati, anda edit file konfigurasi samba (smb.conf) yang berada pada /etc/samba/.

Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu kita pahami sebagai dasar untuk mengkonfigurasi samba. Pada distro lain seperti PCLinux OS, samba dapat di-setting dimana user darimanapun bisa bebas masuk kedalam filesharing dan membaca,menulis serta mengedit tanpa harus memasukkan username dan password. Pada debian, ini sangat berbeda. Konfigurasi yang bebas seperti pada PClinux OS bisa dilakukan namun hasilnya adalah user hanya bisa membaca saja. Keunggulan keamanan debian disini adalah mode file untuk root tidak bisa diubah-ubah oleh user walaupun pada konfigurasi samba, user berhak untuk menulis, membaca serta mengedit suatu file. Maka dari itu, untuk mendapatkan akses penuh diperlukan login memakai hak/ priveledge "root".

Sebelum anda hendak mensharing suatu folder, maka pastikan dulu file-file tersebut memiliki hak yang bisa diakses oleh siapa saja. Gunakan perintah "ls -al" pada suatu folder melalui konsole. Dari sana akan terlihat file-file tersebut memiliki hak untuk siapa saja. Kasusnya, anda pasti sebal bahwa file yang telah anda sharing ternyata tidak dapat di-edit. Sedangkan pada konfigurasi samba-nya, status writeable aktif. Ingat, writeable disini tidak asal-asalan bebas menulis tanpa memandang siapa yang mengedit. Writeable akan aktif bila disesuaikan dengan hak user yang memang diijinkan untuk mengedit file tersebut. Bila user lain tidak memiliki hak yang terdapat pada file tersebut, maka jangan harap bisa mengeditnya.

Berikut tampilan dari file smb.conf dan penjelasan konfigurasinya :

#======================= Global Settings =======================

[global]

workgroup = Yodi ----> nama workgroup yang muncul nantinya
server string = %h server
dns proxy = no
interfaces = 127.0.0.0/8 eth0 ---> eth0 merupakan LANcard,bisa diganti menurut medianya
bind interfaces only = true
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d

###### Authentication #######
security = user ---> hanya untuk user yang terdaftar.
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *EntersnewsUNIXspassword:* %nn *RetypesnewsUNIXspassword:* %nn *passwordsupdatedssuccessfully* .

#======================= Share Definitions =======================

[data] ---> menentukan nama filesharing
path = /media/repo/ ---> path tempat folder dishare
guest ol = no - ---> akses guest ditolak, untuk menghidupkan ganti dengan yes
browseable = yes ---> bisa dibrowsing
read-only = no ---> read-only memiliki opsi yes atau no
valid-users = yodi, root ----> list user yang memiliki akses
writeable = yes ---> bisa ditulis.
create mask = 700 ----> hak membuat file
directory mask = 700 ----> hak membuat direktori

[my data]
path = /media/
guest ol = yes
browsable = yes
read-only = no
writeable = yes
valid users = yodi,root

[printers]
comment = All Printers
browseable = no
path = /var/spool/samba
printable = yes
public = no
writable = no
create mode = 0700

# Sharing Printer Windows clients look for this share name as a source of downloadable
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers
browseable = yes
read only = yes
writable = yes
guest ok = no ----> guest dilarang masuk
write list = root, @ntadmin

# Sharing CD-ROM with others.
[cdrom]
comment = Samba server's CD-ROM
writable = no
locking = no
path = /cdrom
public = yes ----> public berarti bebas dipakai oleh siapa saja


Nah, logikanya pembuatan sharing folder dapat dilihat pada bagian [data]. Yang perlu diperhatikan adalah security= user / share, writeable= yes / no, browseable = yes / no, path dan valid users.

Nah, selamat mencoba konfigurasi samba anda.
READ MORE - SEKILAS FTP dan SAMBA DEBIAN

Perintah Dasar LINUX

Perintah-Perintah Dasar Linux

Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja menekan tab dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan a lalu tekan tab dua kali!

Daftar Perintah Menurut Alfabet

& adduser alias bg cat cd chgrp chmod chown cp fg find grep gzip halt hostname kill less login logout ls man mesg mkdir more mount mv passwd pwd rm rmdir shutdown su tail talk tar umount unalias unzip wall who xhost + xset zip

[sunting] &

Perintah & digunakan untuk menjalan perintah di belakang (background) Contoh:

wget http://id.wikibooks.org &

Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan di background? Jalan dibackground maksudnya adalah kita membiarkan sistem untuk menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi kita, dan membebaskan shell/command prompt agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.

Lihat juga:

Silahkan lihat juga perintah bg dan fg.

[sunting] adduser

Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user.

Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:

# adduser Turyanto
# passwd anakkampung

Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root.

Jika Anda menjalankan perintah adduser, Anda akan diminta memasukkan password untuk user yang Anda buat. Isikan password untuk user baru tersebut dua kali dengan kata yang sama.

[sunting] alias

Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Alias digunakan untuk memudahkan agar tidak harus mengetikkan perintah yang panjang, tapi cukup aliasnya saja.

Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:

$ alias dir=ls

Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah berikut:

$ alias dir="ls -ar --color:always"


Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.

[sunting] bg

Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background.

Lihat juga perintah fg.

[sunting] cat

Menampilkan isi dari sebuah file di layar. Contoh:

$ cat /nama/suatu/file

[sunting] cd

Change Directory atau untuk berpindah direktori dan saya kira Anda tidak akan menemui kesulitan menggunakan perintah ini karena cara penggunaanya mirip dengan perintah cd di DOS.

[sunting] chgrp

Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:

# chgrp  

[sunting] chmod

Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:

  1. r untuk read,
  2. w untuk write, dan
  3. x untuk execute.

Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:

$ chmod ug+rx coba1

Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:

$ chmod ug-rx coba1

Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).

Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:

$ chmod 700 coba2

Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:

$ chmod 644 coba3

Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100 (jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai www-data atau nobody (user lain).

[sunting] chown

Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori

$ chown  

[sunting] cp

Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:

$ cp  

[sunting] fg

Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas.

[sunting] find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:

$ find . -name *.doc -print

Contoh hasil:

. /public/docs/account.doc
. /public/docs/balance.doc
. /public/docs/statistik/prospek.doc
./public/docs/statistik/presconf.doc


[sunting] grep

Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.

Format perintah:

$ grep  

Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:

$ grep marginal 

diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total

[sunting] gzip

Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:

$ gzip 

Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.

[sunting] halt

Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.

[sunting] hostname

Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.

Contoh pemakaian:

[user@localhost mydirectoryname] $ hostname
localhost.localdomain


[sunting] kill

Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses. Format penulisan:

$ kill  

PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang mau dibunuh? Cobalah bereksperimen dengan perintah:

ps aux | grep 

[sunting] less

Fungsinya seperti perintah more.

[sunting] login

Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

[sunting] logout

Untuk keluar dari sistem.

[sunting] ls

Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang.

[sunting] man

Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

$ man 

Untuk keluar dari halaman manual, tekan tombol "q"

[sunting] mesg

Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.

$ mesg y atau mesg n

Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.

[sunting] mkdir

Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. a

Contoh : mkdir kemudian enter

        $mkdir mahasiswa

[sunting] more

Mempaging halaman, seperti halnya less

[sunting] mount

Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.

$ mount
/dev/hda3 on / type ext2 (rw)
none on /proc type proc (rw)
/dev/hda1 on /dos type vfat (rw)
/dev/hda4 on /usr type ext2 (rw)
none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)

[sunting] mv

Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.

[sunting] passwd

Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.

[sunting] pwd

Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.

[sunting] rm

Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

Sekali lagi: Hati-hati dengan perintah ini!

[sunting] rmdir

Untuk menghapus direktori kosong.

[sunting] shutdown

Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

[sunting] su

Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

[sunting] tail

Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:

$ tail  

[sunting] talk

Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

[sunting] tar

Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:

$ tar  

Contoh:

$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*

Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz

$ tar -xzvf namaFile.tar.gz

Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz

[sunting] umount

Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.

# umount 

[sunting] unalias

Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:

$ unalias dir

[sunting] unzip

Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:

$ unzip 

Lihat juga perintah-perintah gzip dan unzip.

[sunting] wall

Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.

# wall Dear, everyone..... Maaf Saya LAgi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.

[sunting] who

Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:

$ who
root ttyp0 May 22 11:44
flory ttyp2 May 22 11:59
pooh ttyp3 May 22 12:08


[sunting] xhost +

Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.

[sunting] xset

Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:

$ xset b   
$ xset m  

[sunting] zip

Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip.

READ MORE - Perintah Dasar LINUX

Kode - Bode BEEP BIOS

Kode-kode Beep Bios

Ketika sebuah komputer dinyalakan pertama kali, atau reboot, BIOS melakukan power-on self test (POST) untuk melakukan tes hardware, memastikan bahwa seluruh sistem bekerja sebagaimana mestinya. Pada kondisi normal, POST akan menampilkan pesan error. akan tetapi bila BIOS mendeteksi error sebelum mengakses video card, atau ada masalah dengan video card, BIOS akan menghasilkan sejumlah suara Beep, dan pola beep yang dihasilkan menandakan jenis masalah yang dideteksi oleh oleh BIOS. Karena ada berbagai merek BIOS, tidak ada standard Kode Beep untuk setiap BIOS.

Ada dua jenis merek yang sering dipakai yaitu: AMI (American Megatrends International) dan Phoenix.

Berikut daftar kode beep untuk AMI System dan Phoenix System.

AMI Beep Codes

Beep Code Meaning
1 beep DRAM refresh failure. There is a problem in the system memory or the motherboard.
2 beeps Memory parity error. The parity circuit is not working properly.
3 beeps Base 64K RAM failure. There is a problem with the first 64K of system memory.
4 beeps System timer not operational. There is problem with the timer(s) that control functions on the motherboard.
5 beeps Processor failure. The system CPU has failed.
6 beeps Gate A20/keyboard controller failure. The keyboard IC controller has failed, preventing gate A20 from switching the processor to protect mode.
7 beeps Virtual mode exception error.
8 beeps Video memory error. The BIOS cannot write to the frame buffer memory on the video card.
9 beeps ROM checksum error. The BIOS ROM chip on the motherboard is likely faulty.
10 beeps CMOS checksum error. Something on the motherboard is causing an error when trying to interact with the CMOS.
11 beeps Bad cache memory. An error in the level 2 cache memory.
1 long beep, 2 short Failure in the video system.
1 long beep, 3 short A failure has been detected in memory above 64K.
1 long beep, 8 short Display test failure.
Continuous beeping A problem with the memory or video.

BIOS Beep Codes

Phoenix Beep Codes

Phoenix menggunakan urutan beep untuk menandai masalah-masalah. Tanda “-” antar
nomer menandakan pause (sela) antar urutan beep. Contoh: 1-2-3 menandakan satu beep diikuti sela diikuti dua beep diikuti sela dan diikuti tiga beep. Phoenix sebelum versi 4.x menggunakan 3 kode beep, tapi mulai versi 4.x menggunakan 4 kode beep

4-Beep Codes

Beep Code Meaning
1-1-1-3 Faulty CPU/motherboard. Verify real mode.
1-1-2-1 Faulty CPU/motherboard.
1-1-2-3 Faulty motherboard or one of its components.
1-1-3-1 Faulty motherboard or one of its components. Initialize chipset registers with initial POST values.
1-1-3-2 Faulty motherboard or one of its components.
1-1-3-3 Faulty motherboard or one of its components. Initialize CPU registers.
1-1-3-2
1-1-3-3
1-1-3-4 Failure in the first 64K of memory.
1-1-4-1 Level 2 cache error.
1-1-4-3 I/O port error.
1-2-1-1 Power management error.
1-2-1-2
1-2-1-3 Faulty motherboard or one of its components.
1-2-2-1 Keyboard controller failure.
1-2-2-3 BIOS ROM error.
1-2-3-1 System timer error.
1-2-3-3 DMA error.
1-2-4-1 IRQ controller error.
1-3-1-1 DRAM refresh error.
1-3-1-3 A20 gate failure.
1-3-2-1 Faulty motherboard or one of its components.
1-3-3-1 Extended memory error.
1-3-3-3
1-3-4-1
1-3-4-3 Error in first 1MB of system memory.
1-4-1-3
1-4-2-4 CPU error.
1-4-3-1
2-1-4-1 BIOS ROM shadow error.
1-4-3-2
1-4-3-3 Level 2 cache error.
1-4-4-1
1-4-4-2
2-1-1-1 Faulty motherboard or one of its components.
2-1-1-3
2-1-2-1 IRQ failure.
2-1-2-3 BIOS ROM error.
2-1-2-4
2-1-3-2 I/O port failure.
2-1-3-1
2-1-3-3 Video system failure.
2-1-1-3
2-1-2-1 IRQ failure.
2-1-2-3 BIOS ROM error.
2-1-2-4 I/O port failure.
2-1-4-3
2-2-1-1 Video card failure.
2-2-1-3
2-2-2-1
2-2-2-3 Keyboard controller failure.
2-2-3-1 IRQ error.
2-2-4-1 Error in first 1MB of system memory.
2-3-1-1
2-3-3-3 Extended memory failure.
2-3-2-1 Faulty motherboard or one of its components.
2-3-2-3
2-3-3-1 Level 2 cache error.
2-3-4-1
2-3-4-3 Motherboard or video card failure.
2-3-4-1
2-3-4-3
2-4-1-1 Motherboard or video card failure.
2-4-1-3 Faulty motherboard or one of its components.
2-4-2-1 RTC error.
2-4-2-3 Keyboard controller error.
2-4-4-1 IRQ error.
3-1-1-1
3-1-1-3
3-1-2-1
3-1-2-3 I/O port error.
3-1-3-1
3-1-3-3 Faulty motherboard or one of its components.
3-1-4-1
3-2-1-1
3-2-1-2 Floppy drive or hard drive failure.
3-2-1-3 Faulty motherboard or one of its components.
3-2-2-1 Keyboard controller error.
3-2-2-3
3-2-3-1
3-2-4-1 Faulty motherboard or one of its components.
3-2-4-3 IRQ error.
3-3-1-1 RTC error.
3-3-1-3 Key lock error.
3-3-3-3 Faulty motherboard or one of its components.
3-3-3-3
3-3-4-1
3-3-4-3
3-4-1-1
3-4-1-3
3-4-2-1
3-4-2-3
3-4-3-1
3-4-4-1
3-4-4-4 Faulty motherboard or one of its components.
4-1-1-1 Floppy drive or hard drive failure.
4-2-1-1
4-2-1-3
4-2-2-1 IRQ failure.
4-2-2-3
4-2-3-1
4-2-3-3
4-2-4-1 Faulty motherboard or one of its components.
4-2-4-3 Keyboard controller error.
4-3-1-3
4-3-1-4
4-3-2-1
4-3-2-2
4-3-3-1
4-3-4-1
4-3-4-3 Faulty motherboard or one of its components.
4-3-3-2
4-3-3-4 IRQ failure.
4-3-3-3
4-3-4-2 Floppy drive or hard drive failure.

3-Beep Codes
Beep Code Meaning

1-1-2 Faulty CPU/motherboard.
1-1-3 Faulty motherboard/CMOS read-write failure.
1-1-4 Faulty BIOS/BIOS ROM checksum error.
1-2-1 System timer not operational. There is a problem with the timer(s) that control functions on the motherboard.
1-2-2
1-2-3 Faulty motherboard/DMA failure.
1-3-1 Memory refresh failure.
1-3-2
1-3-3
1-3-4 Failure in the first 64K of memory.
1-4-1 Address line failure.
1-4-2 Parity RAM failure.
1-4-3 Timer failure.
1-4-4 NMI port failure.
2-_-_ Any combination of beeps after 2 indicates a failure in the first 64K of memory.
3-1-1 Master DMA failure.
3-1-2 Slave DMA failure.
3-1-3
3-1-4 Interrupt controller failure.
3-2-4 Keyboard controller failure.
3-3-1
3-3-2 CMOS error.
3-3-4 Video card failure.
3-4-1 Video card failure.
4-2-1 Timer failure.
4-2-2 CMOS shutdown failure.
4-2-3 Gate A20 failure.
4-2-4 Unexpected interrupt in protected mode.
4-3-1 RAM test failure.
4-3-3 Timer failure.
4-3-4 Time of day clock failure.
4-4-1 Serial port failure.
4-4-2 Parallel port failure.
4-4-3 Math coprocessor.

READ MORE - Kode - Bode BEEP BIOS

Selasa, 22 Desember 2009

LAPTOP GRATIS

Iseng nich sobat. Lho kok iseng? Ya iya. Kemarin buka email di gmail. Eh ada yang nawarin untuk mendapatkan sebuah laptop gratis aleas free laptop. Iseng saya klik urlnya dan saya daftar. Antara percaya dan tidak soalnya. Percayanya sich 25%. Tidak percayanya berarti 75%. He he he. Namanya saja iseng sambil memperbanyak update blog ini. Soalnya blog yang sobat cintai ini ( GR loe ) sudah mulai bermain Bisnis paid review walau baru 2 kali job. Katanya sich para pendahulu kita ( maksudnya rekan blogger yang telah mengikuti bisnis paid review terlebih dahulu dengan saya ) banyak yang BLOGnya tergusur oleh google PRnya gara-gara di artikelnya menulis review dari advertiser. Nah, di antara tips untuk mencegah penyakit... eh salah... mencegah ditendangnya PR blog adalah dengan memperbanyak baca shalawat ( eh maaf salah ndak ya?). Maaf maksud saya memperbanyak artikel orsinil buatan kita.Jangan yang copas copas ya.

Nah iseng nich. Bagaimana ceritanya tentang laptop gratis aleas Free Laptop? Ya udah jika sobat berkenan dan ingin mencoba silahkan aja klik banner di bawah ini



lalu lakukan pendaftaran dengan klik SIGN UP atau Click Here to join today! . Lalu isi data dengan sangat lengkap. Beres.

Cara kerjanya gimana? Gampang kok. Setelah resmi menjadi member aktif (setelah aktif dapat point 5 credit ) maka secara berkala sobat akan mendapatkan email notifikasi dari admin yang isinya meminta kita untuk login ke member area. Di sana kita ditugaskan melakukan klik iklan-iklan yang tersedia. Seperti paid to read email gitu. Tapi hadiahnya laptop. Untuk mendapatkan laptop kita harus mengumpulkan point. Rinciannya gini :

Untuk mendapatkan laptop Sony Vaio VGN Series kita harus mengumpulkan 195 credits dan untuk mendapatkan laptop MacBook Pro 15.4 kita harus mengumpulkan 295 credits. Caranya bagaimana mengumpulkan credit? Ada 2. Pertama carilah sebanyak-banyaknya member dan klik iklan di member area. Tepatnya di menu inbox. Jika point credit udah mencapai target baru laptop bisa kita request.

Ini iseng lho. Siapa tahu pekerjaan iseng bisa memberikan kita latop dengan gratis. Mau?
atau masuk link berikut ini LAPTOP GRATISSS
READ MORE - LAPTOP GRATIS

Rabu, 16 Desember 2009

Protokol routing Cisco

Protokol routing



Mengapa protokol routing diperlukan dalam jaringan komputer? Jaringan komputer dapat
diibaratkan seperti jalanan untuk kendaraan umum. Jika hanya ada satu jalanan saja untuk
semua kendaraan umum, tentu lalulintas akan mengalami kemacetan. Oleh sebab itu dibuat
jalan-jalan tambahan dan jalan-jalan tol yang memungkinkan kendaraan mengambil jalur-
jalur alternatif untuk mencapai tujuan.
Untuk membantu mencapai tujuan diperlukan peta jalan. Hal yang sama terjadi juga
dalam jaringan WAN. Jaringan WAN dibagi menjadi berbagai segmen dan jaringan dengan
jalur yang berbagai macam. Supaya suatu paket dapat mencapai tujuannya, diperlukan
suatu peralatan untuk mengatur paket-paket tersebut agar mencapai tujuannya dengan
jalan yang tersingkat.
Untuk itu digunakan router yang fungsi utamanya adalah untuk menentukan jalur dan
meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jaringan lain. Agar router dapat mengetahui
bagaimana meneruskan paket-paket ke alamat yang dituju dengan menggunakan jalur yang
baik, router menggunakan peta atau tabel routing. Tabel routing dapat dibuat secara static,
dynamic dan default.
Static routing adalah cara pembuatan tabel routing secara manual. Static routing ini
dapat dipakai pada jaringan sederhana yang hanya menggunakan beberapa buah router dan
berfungsi untuk menghemat penggunaan bandwidth. Sedangkan dynamic routing untuk
membuat suatu tabel routing secara dinamis berubah-ubah secara otomatis jika topologi
jaringan berubah. Dynamic routing menggunakan protocol routing dalam pembuatan tabel
routing.
Protokol routing menggunakan istilah yang disebut metric dalam menentukan jalur yang
terbaik yang akan dicapai. Metric adalah suatu nilai hasil perhitungan algoritma yang
dipakai oleh protokol routing. Metric dapat berupa jarak ke tujuan atau ongkos ke tujuan.
Jenis metric yang dipakai tergantung pada jenis protokol routing yang dipakai, dimana
setiap jenis protokol routing menggunakan metric yang berbeda satu dengan yang lain.
Oleh karena protokol routing bergantung pada algoritma routing dalam menentukan jalur-
jalur yang digunakan, maka algoritma routing harus akurat, tidak hanya menggunakan daya
CPU dan bandwidth, serta memiliki konvergensi yang cepat. Konvergensi adalah waktu yang
diperlukan oleh semua router dalam jaringan untuk mengikuti perubahan yang disebabkan
oleh suatu perubahan topologi jaringan

Static routing
IP routing selalu diterapkan (enable) untuk Cisco Router. Untuk menerapkan IP ke suatu
interface, ketik perintah berikut dari configuration interface mode

Dynamic Routing
Dynamic routing secara umum dapat dibagi menjasi 2 kategori, yaitu Distance Vector dan
link state routing protocol. antara lain : Routing Information Protocol (RIP), Interior
Gateway Routing Protocol (IGRP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP),
Open Shortest Path First (OSPF)
READ MORE - Protokol routing Cisco

Pengenalan Cisco

Pengenalan Cisco



1.1 Apa itu Cisco router?
Cisco router adalah peratan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau
Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat diteruskan ke alamat-
alamat yang berjauhan dan berada di jaringan computer yang berlainan.
Untuk dapat meneruskan paket data dari suatu LAN ke LAN lainnya, Cisco router
menggunakan tabel dan protocol routing yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas data.
Paket data yang tiba di router diperiksa dan diteruskan ke alamat yang dituju. Agar paket
data yang diterima dapat sampai ke tujuannya dengan cepat, router harus memproses data
tersebut dengan sangat tepat.
Untuk itu, Cisco Router menggunakan Central Processing Unit (CPU) seperti yang digu-
nakan di dalam komputer untuk memproses lalu lintas data tersebut dengan cepat. Seperti
komputer, cisco router juga mempunyai sejumlah jenis memori yaitu ROM, RAM, NVRAM
dan FLASH, yang berguna untuk membantu kerjanya CPU. Selain itu dilengkapi pula den-
gan sejumlah interface untuk berhubungan dengan dunia luar dan keluar masuk data. Sistem
operasi yang digunakan oleh cisco router adalah Internetwork Operating System (IOS).
Memori yang digunakan oleh cisco router masing-masing mempunyai kegunaan sendiri-
sendiri sebagai berikut :
• ROM berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur
proses boot dan menjalankan Power On Self Test (POST) dan IOS image.
• RAM berguna untuk menyimpan running configuration dan dan sistem operasi IOS
yang aktif.
• NVRAM berguna untuk menyimpan konfigurasi awal (start-up configuration)
• FLASH berguna untuk menyimpan IOS image. Dengan menggunakan FLASH, IOS
versi baru dapat diperoleh dari TFTP server tanpa harus mengganti komponen dalam
router.

Penggunaan Cisco router

2.1 Cisco IOS
Suatu komputer tentu memerlukan system operasi seperti Disk Operating System (DOS)
atau UNIX untuk mengatur kerja dan konfigurasi computer tersebut. Demikian pula halnya
dengan Cisco Router, perangkat ini dilengkapi pula dengan cisco IOS (Internetwork Oper-
ating System), yaitu suatu system operasi yang berfungsi untuk mengatur dan mengkon-
figurasi Cisco router. Seperti system operasi DOS atau UNIX untuk komputer, Cisco IOS
menggunakan perintah baris (command line) untuk menjalankan suatu perintah.
Seperti DOS atau UNIX, Cisco IOS dikeluarkan dengan berbagai macam versi untuk
berbagai macam peralatan buatan Cisco. Berbagai versi yang dikeluarkan itu juga di-
maksudkan untuk menyempurnakan kegunaannya dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu
dalam menggunakan Cisco router, perlu diperhatikan versi IOS yang akan dipakai. Perintah-
perintah yang berfungsi dalam suatu versi untuk suatu peralatan atau model mungkin tidak
dapat digunakan pada suatu peralatan atau model lainnya. Demikian pula perintah-perintah
yang berfungsi dalam suatu versi baru mungkin tidak berfungsi dalam versi lama.
2.1.1 Cara membuat konfigurasi awal
Konfigurasi awal (start-up Configuration) adalah suatu file yang berguna untuk menentukan
bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Jadi boleh dkatakan file konfigurasi awal
ini mirip seperti file autoexec.bat pada DOS yang berguna untuk mengatur suatu komputer
pada saat boot. Umumnya ketika pertama kali router dihidupkan, router tersebut belum
mempunyai konfigurasi awal.
Untuk membuat konfigurasi awal, Cisco router dilengkapi dengan tiga cara sebagai
berikut :
1. Dengan suatu system configuration dialog, yang secara otomatis dijalankan jika router
tidak menemukan konfigurasi awal pada saat dihidupkan, dan hubungan ke jaringan
WAN belum ada.
2. Dengan Autoinstall, dimana router mendapatkan konfigurasi awal dari TCP/IP host
yang sudah berfungsi di suatu jaringan WAN.
3. Dari configuration mode, dengan menggunakan perintah-perintah Command-Line In-
terface (CLI)
System configuration dialog secara otomatis akan membantu dalam membuat konfigurasi
awal bagi peralatan router yang belum memiliki konfigurasi awal sewaktu router dihidupkan.
Jika ingin menggunakan system configuration dialog hubungan kabel ke jaringan WAN harus
dilepaskan dulu sebelum peralatan router dihidupkan, sampai konfigrasi awal selesai dibuat.
Jika hubungan ke jaringan WAN tersedia, router akan menjalankan Autoinstall. Setelah
sistem konfiguration dialog muncul di layar, kemudian mengisi pertanyaan yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan. Misalnya : nama router, password, banner, IP address dl
READ MORE - Pengenalan Cisco

OSI Model Layers

OSI Model Layers

  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical

Multimedia Presentation Layer Standards

  • JPEG - Picture standard form the Joint Photographic Experts Group.
  • MIDI - Musical Instrument Digital Interface is used to digitize music.
  • MPEG - Motion Picture Expert's Group standard for encoding video.
  • PICT - Picture format for QuickDraw graphics used by Macintosh programs.
  • TIFF - Tagged Image File Format for bitmapped high resolution images.

Session Layer

Offers three communications modes

  • Simplex - Only one device transmits.
  • Half-duplex - Each side takes turns transmitting from one side at a time.
  • Full-duplex - Devices on both sides of the communications channel can talk at the same time.

Connection split into the following three phases:

  1. Connection establishment
  2. Data transfer
  3. Connection termination

Session Layer Protocols

  • NFS - Network File System
  • SQL - Structured Query Language
  • RPC - Remote Procedure Call
  • X Window
  • ASP - AppleTalk Session Protocol used for Apple client to server communications.
  • DNA SCP - Digital Network Architecture Session control Protocol. A Digital DECnet protocol.

Transport Layer

Maintains flow control which prevents buffer overflow and data loss. Reliable data transmission provides for:

  • Acknowledgement of received segments.
  • Retransmission of segments not acknowledged.
  • Proper re-sequencing of segments.
  • Flow control to manage the data so no data is lost.

In reliable communications, data is transmitted and received in the same order. If the data is received out of order, the communication fails. Rather than transmitting a packet and having an acknowledgement sent for each packet a window is established. A window specifies the number of packets the transmitting device can send before an acknowledgement is received. Then the acknowledgement is sent the number of the next packet that has not yet been received is sent. If no acknowledgement is received by the sender in a given period of time, the packet or packets are re-transmitted. Two main protocols:

  • TCP - Reliable with establishment of virtual circuit and numbering and and acknowledgement of packets. Also establishes the connection before sending data.
  • UDP - Unreliable with no virtual circuit and numbering without acknowledgement of packets.

Network Layer

Responsible for controlling the path of the data.

Data Link Layer

The data packets are encapsulated into frames. A header with a hardware (MAC) destination and source address are added. Parts of a data frame include:

  • Start indicator (preamble) - Bit pattern indicating the start of a frame.
  • Destination address
  • Source address
  • Type field in ethernet II frames
  • Length field in 802.3 frames
  • Data
  • Frame Sequence Check (FSC) field which includes the Cyclic Redundancy Checksum (CRC)

Data Link Layer WAN protocols:

  • HDLC - High Level Data Link Control - Implemented by the INternational Standards Organization (ISO).
  • SDLC - Synchronous Data Link Control uses a master slave relationship between primary and secondary devices. The master always initiates communication. This protocol was started by IBM to communicate between offices with mainframe computers.
  • LAPD - Link Access Procedure Balanced - Can detect missing or out of sequence frames and is used with X.25.
  • X.25 - Defines specification between a DTE and a DCE and is a packet switching network.
  • SLIP - Used to support TCP/IP communications over a slow serial interface.
  • PPP - Used to support several protocols over a slow serial interface with several enhancements over SLIP.
  • ISDN - Integrated Services Digital Network - Digital phone lines for voice and data transmission.
  • Frame Relay - Higher speed than X.25 packet switching network.

Physical Layer

Standards:

  • EIA/TAI-232
  • EIA/TIA-449
  • V.24
  • V.35
  • X.21
  • G.703
  • EIA-530
  • HSSI - High speed serial interface

DOD Model

These are the names of the layers according to Microsoft documentation with corresponding OSI layers:

  • Application - Application, Presentation, and Session.
  • Host-to-Host - Transport
  • Internet - Network
  • Network Access - Data Link and Physica
READ MORE - OSI Model Layers