File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.
FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
* Restart Servicenya dengan cara /etc/init.d/proftpd restart * Setelah itu coba login dengan cara :
ftp
ftp > open
(to) localhost
Name(localhost:root)
Password : XXXXX
DNS SERVER PADA DEBIAN
Assalamualaikum wr.wb
Artikel ini akan membahas tentang cara Konfigurasi DNS server pada Linux Debian..
Hal yang harus kita ketahui untuk membuat DNS server file yang harus di konfigurasi pada linux yaitu bernama : named.conf. Edit file ini untuk mengkonfigurasi DNS Server.. Dengan IP server 192.168.1.1
cara seperti berikut :
1. Agar FIle named.conf bisa di edit paket debian yang harus kita install adalah paket bind atau named dengan cara :
server@root #apt-get install bind
2. setelah terinstalla cari file named.conf dengan cara :
server@root #locate named.conf
/etc/bind/named.conf
3. Setelah itu edit file tersebut dengan perintah :
server@root #mcedit /etc/bind/named.conf
4. lalu tambahkan konfigurasi di bawah kedalamnya :
zone "iman-tkj.com" { type master; file "/etc/bind/zones/iman-tkj.
com"; };
zone "1.168.192.in-addr.arpa" { type master; file "/etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com"; };
5. Setelah itu Copy file /etc/bind/db.local dengan nama /etc/bind/zones/iman-tkj.com dan file /etc/bind/db.127 dengan nama /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com dengan cara :
$TTL 604800 @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. ( 1 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS iman-tkj.com. # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan @ IN A 192.168.1.1 # ganti ip yang anda gunakan www IN CNAME @
$TTL 604800 @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. ( 1 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS iman-tkj.com. # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan 1 IN PTR 192.168.1.1 # di ganti dengan ip anda
7. Setelah itu edit file /etc/resolv.conf seperti dibawah ini :
server@root #mcedit /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.1.1
8. Reload paket bind dengan cara berikut :
server@root #/etc/init.d/bind restart
routing
Routing adalah proses pengiriman informasi/data dari pengirim di suatu jaringan ke penerima yang berada di jaringan yang lain (melalui interwork). Atau bisa juga didefinisikan sebagai penggabungan dua jaringan atau lebih dalam satu komputer.
Cara konfigurasi nya adalah :
Edit file : /etc/network/iface
Interfaces = ”eth0”
Interfaces = ”eth1” (tambah sebanyak ethernet card yang terpasang)
Setelah login, coba test dengan menggunakan perintah : # iptables –t nat –L
Untuk melihat log, tuliskan perintah : tail –f /var/log/squid/access.log
mengkongfigurasi samba
Mengatur konfigurasi services samba pada debian etch 4.0 Samba merupakan service yang berfungsi untuk filesharing dan printer Linux pada client Windows. Pada saat instalasi debian Etch 4.0, paket samba sudah ada di opsi awal pemilihan paket yang bernama filesharing. Namun, perlu diketahui bahwa konfigurasi awal dari samba tersebut dirasa kurang sempurna walaupun secara security sudah baik. Lalu bagaimana cara membuat konfigurasi sederhana, mudah serta aman? dalam artikel ini saya mendapatkan bantuan dari mas agus UII ( T. Industri 2002 ).
Cukup lama saya mengatur konfigurasi samba dan akhirnya mendapatkan bantuan. Konfigurasi samba menggunakan via http dengan SWAT ( port : 901 ) pada debian juga tidak bisa diharapkan karena hasilnya kurang memuaskan. Nah, sekarang mari kita otak-atik setting samba sesuai dengan keinginan sharing yang kita mau. Pertama-tama, matikan service samab melalui konsole dengan mengetikkan command "/etc/init.d/samba stop". Setelah service samba sudah mati, anda edit file konfigurasi samba (smb.conf) yang berada pada /etc/samba/.
Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu kita pahami sebagai dasar untuk mengkonfigurasi samba. Pada distro lain seperti PCLinux OS, samba dapat di-setting dimana user darimanapun bisa bebas masuk kedalam filesharing dan membaca,menulis serta mengedit tanpa harus memasukkan username dan password. Pada debian, ini sangat berbeda. Konfigurasi yang bebas seperti pada PClinux OS bisa dilakukan namun hasilnya adalah user hanya bisa membaca saja. Keunggulan keamanan debian disini adalah mode file untuk root tidak bisa diubah-ubah oleh user walaupun pada konfigurasi samba, user berhak untuk menulis, membaca serta mengedit suatu file. Maka dari itu, untuk mendapatkan akses penuh diperlukan login memakai hak/ priveledge "root".
Sebelum anda hendak mensharing suatu folder, maka pastikan dulu file-file tersebut memiliki hak yang bisa diakses oleh siapa saja. Gunakan perintah "ls -al" pada suatu folder melalui konsole. Dari sana akan terlihat file-file tersebut memiliki hak untuk siapa saja. Kasusnya, anda pasti sebal bahwa file yang telah anda sharing ternyata tidak dapat di-edit. Sedangkan pada konfigurasi samba-nya, status writeable aktif. Ingat, writeable disini tidak asal-asalan bebas menulis tanpa memandang siapa yang mengedit. Writeable akan aktif bila disesuaikan dengan hak user yang memang diijinkan untuk mengedit file tersebut. Bila user lain tidak memiliki hak yang terdapat pada file tersebut, maka jangan harap bisa mengeditnya.
Berikut tampilan dari file smb.conf dan penjelasan konfigurasinya :
#======================= Global Settings =======================
[global]
workgroup = Yodi ----> nama workgroup yang muncul nantinya server string = %h server dns proxy = no interfaces = 127.0.0.0/8 eth0 ---> eth0 merupakan LANcard,bisa diganti menurut medianya bind interfaces only = true log file = /var/log/samba/log.%m max log size = 1000 syslog = 0 panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
###### Authentication ####### security = user ---> hanya untuk user yang terdaftar. encrypt passwords = true passdb backend = tdbsam obey pam restrictions = yes passwd program = /usr/bin/passwd %u passwd chat = *EntersnewsUNIXspassword:* %nn *RetypesnewsUNIXspassword:* %nn *passwordsupdatedssuccessfully* .
[data] ---> menentukan nama filesharing path = /media/repo/ ---> path tempat folder dishare guest ol = no - ---> akses guest ditolak, untuk menghidupkan ganti dengan yes browseable = yes ---> bisa dibrowsing read-only = no ---> read-only memiliki opsi yes atau no valid-users = yodi, root ----> list user yang memiliki akses writeable = yes ---> bisa ditulis. create mask = 700 ----> hak membuat file directory mask = 700 ----> hak membuat direktori
[printers] comment = All Printers browseable = no path = /var/spool/samba printable = yes public = no writable = no create mode = 0700
# Sharing Printer Windows clients look for this share name as a source of downloadable [print$] comment = Printer Drivers path = /var/lib/samba/printers browseable = yes read only = yes writable = yes guest ok = no ----> guest dilarang masuk write list = root, @ntadmin
# Sharing CD-ROM with others. [cdrom] comment = Samba server's CD-ROM writable = no locking = no path = /cdrom public = yes ----> public berarti bebas dipakai oleh siapa saja
Nah, logikanya pembuatan sharing folder dapat dilihat pada bagian [data]. Yang perlu diperhatikan adalah security= user / share, writeable= yes / no, browseable = yes / no, path dan valid users.
Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja menekan tab dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan a lalu tekan tab dua kali!
Daftar Perintah Menurut Alfabet
& adduser alias bg cat cd chgrp chmod chown cp fg find grep gzip halt hostname kill less login logout ls man mesg mkdir more mount mv passwd pwd rm rmdir shutdown su tail talk tar umount unalias unzip wall who xhost + xset zip
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan di background? Jalan dibackground maksudnya adalah kita membiarkan sistem untuk menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi kita, dan membebaskan shell/command prompt agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.
Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user.
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:
# adduser Turyanto # passwd anakkampung
Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root.
Jika Anda menjalankan perintah adduser, Anda akan diminta memasukkan password untuk user yang Anda buat. Isikan password untuk user baru tersebut dua kali dengan kata yang sama.
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Alias digunakan untuk memudahkan agar tidak harus mengetikkan perintah yang panjang, tapi cukup aliasnya saja.
Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:
$ alias dir=ls
Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah berikut:
$ alias dir="ls -ar --color:always"
Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.
Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background.
Change Directory atau untuk berpindah direktori dan saya kira Anda tidak akan menemui kesulitan menggunakan perintah ini karena cara penggunaanya mirip dengan perintah cd di DOS.
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb:
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:
r untuk read,
w untuk write, dan
x untuk execute.
Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2
Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:
$ chmod 644 coba3
Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100 (jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai www-data atau nobody (user lain).
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:
Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.
Format perintah:
$ grep
Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:
$ grep marginal
diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip
Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.
Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown.
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang.
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
$ man
Untuk keluar dari halaman manual, tekan tombol "q"
Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk.
$ mesg y atau mesg n
Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.
$ mount /dev/hda3 on / type ext2 (rw) none on /proc type proc (rw) /dev/hda1 on /dos type vfat (rw) /dev/hda4 on /usr type ext2 (rw) none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.
Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:
$ tar
Contoh:
$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*
Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz
$ tar -xzvf namaFile.tar.gz
Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.
Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:
Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.
# wall Dear, everyone..... Maaf Saya LAgi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:
$ who root ttyp0 May 22 11:44 flory ttyp2 May 22 11:59 pooh ttyp3 May 22 12:08
Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:
Ketika sebuah komputer dinyalakan pertama kali, atau reboot, BIOS melakukan power-on self test (POST) untuk melakukan tes hardware, memastikan bahwa seluruh sistem bekerja sebagaimana mestinya. Pada kondisi normal, POST akan menampilkan pesan error. akan tetapi bila BIOS mendeteksi error sebelum mengakses video card, atau ada masalah dengan video card, BIOS akan menghasilkan sejumlah suara Beep, dan pola beep yang dihasilkan menandakan jenis masalah yang dideteksi oleh oleh BIOS. Karena ada berbagai merek BIOS, tidak ada standard Kode Beep untuk setiap BIOS.
Ada dua jenis merek yang sering dipakai yaitu: AMI (American Megatrends International) dan Phoenix.
Berikut daftar kode beep untuk AMI System dan Phoenix System.
AMI Beep Codes
Beep Code Meaning 1 beep DRAM refresh failure. There is a problem in the system memory or the motherboard. 2 beeps Memory parity error. The parity circuit is not working properly. 3 beeps Base 64K RAM failure. There is a problem with the first 64K of system memory. 4 beeps System timer not operational. There is problem with the timer(s) that control functions on the motherboard. 5 beeps Processor failure. The system CPU has failed. 6 beeps Gate A20/keyboard controller failure. The keyboard IC controller has failed, preventing gate A20 from switching the processor to protect mode. 7 beeps Virtual mode exception error. 8 beeps Video memory error. The BIOS cannot write to the frame buffer memory on the video card. 9 beeps ROM checksum error. The BIOS ROM chip on the motherboard is likely faulty. 10 beeps CMOS checksum error. Something on the motherboard is causing an error when trying to interact with the CMOS. 11 beeps Bad cache memory. An error in the level 2 cache memory. 1 long beep, 2 short Failure in the video system. 1 long beep, 3 short A failure has been detected in memory above 64K. 1 long beep, 8 short Display test failure. Continuous beeping A problem with the memory or video.
BIOS Beep Codes
Phoenix Beep Codes
Phoenix menggunakan urutan beep untuk menandai masalah-masalah. Tanda “-” antar nomer menandakan pause (sela) antar urutan beep. Contoh: 1-2-3 menandakan satu beep diikuti sela diikuti dua beep diikuti sela dan diikuti tiga beep. Phoenix sebelum versi 4.x menggunakan 3 kode beep, tapi mulai versi 4.x menggunakan 4 kode beep 4-Beep Codes
Beep Code Meaning 1-1-1-3 Faulty CPU/motherboard. Verify real mode. 1-1-2-1 Faulty CPU/motherboard. 1-1-2-3 Faulty motherboard or one of its components. 1-1-3-1 Faulty motherboard or one of its components. Initialize chipset registers with initial POST values. 1-1-3-2 Faulty motherboard or one of its components. 1-1-3-3 Faulty motherboard or one of its components. Initialize CPU registers. 1-1-3-2 1-1-3-3 1-1-3-4 Failure in the first 64K of memory. 1-1-4-1 Level 2 cache error. 1-1-4-3 I/O port error. 1-2-1-1 Power management error. 1-2-1-2 1-2-1-3 Faulty motherboard or one of its components. 1-2-2-1 Keyboard controller failure. 1-2-2-3 BIOS ROM error. 1-2-3-1 System timer error. 1-2-3-3 DMA error. 1-2-4-1 IRQ controller error. 1-3-1-1 DRAM refresh error. 1-3-1-3 A20 gate failure. 1-3-2-1 Faulty motherboard or one of its components. 1-3-3-1 Extended memory error. 1-3-3-3 1-3-4-1 1-3-4-3 Error in first 1MB of system memory. 1-4-1-3 1-4-2-4 CPU error. 1-4-3-1 2-1-4-1 BIOS ROM shadow error. 1-4-3-2 1-4-3-3 Level 2 cache error. 1-4-4-1 1-4-4-2 2-1-1-1 Faulty motherboard or one of its components. 2-1-1-3 2-1-2-1 IRQ failure. 2-1-2-3 BIOS ROM error. 2-1-2-4 2-1-3-2 I/O port failure. 2-1-3-1 2-1-3-3 Video system failure. 2-1-1-3 2-1-2-1 IRQ failure. 2-1-2-3 BIOS ROM error. 2-1-2-4 I/O port failure. 2-1-4-3 2-2-1-1 Video card failure. 2-2-1-3 2-2-2-1 2-2-2-3 Keyboard controller failure. 2-2-3-1 IRQ error. 2-2-4-1 Error in first 1MB of system memory. 2-3-1-1 2-3-3-3 Extended memory failure. 2-3-2-1 Faulty motherboard or one of its components. 2-3-2-3 2-3-3-1 Level 2 cache error. 2-3-4-1 2-3-4-3 Motherboard or video card failure. 2-3-4-1 2-3-4-3 2-4-1-1 Motherboard or video card failure. 2-4-1-3 Faulty motherboard or one of its components. 2-4-2-1 RTC error. 2-4-2-3 Keyboard controller error. 2-4-4-1 IRQ error. 3-1-1-1 3-1-1-3 3-1-2-1 3-1-2-3 I/O port error. 3-1-3-1 3-1-3-3 Faulty motherboard or one of its components. 3-1-4-1 3-2-1-1 3-2-1-2 Floppy drive or hard drive failure. 3-2-1-3 Faulty motherboard or one of its components. 3-2-2-1 Keyboard controller error. 3-2-2-3 3-2-3-1 3-2-4-1 Faulty motherboard or one of its components. 3-2-4-3 IRQ error. 3-3-1-1 RTC error. 3-3-1-3 Key lock error. 3-3-3-3 Faulty motherboard or one of its components. 3-3-3-3 3-3-4-1 3-3-4-3 3-4-1-1 3-4-1-3 3-4-2-1 3-4-2-3 3-4-3-1 3-4-4-1 3-4-4-4 Faulty motherboard or one of its components. 4-1-1-1 Floppy drive or hard drive failure. 4-2-1-1 4-2-1-3 4-2-2-1 IRQ failure. 4-2-2-3 4-2-3-1 4-2-3-3 4-2-4-1 Faulty motherboard or one of its components. 4-2-4-3 Keyboard controller error. 4-3-1-3 4-3-1-4 4-3-2-1 4-3-2-2 4-3-3-1 4-3-4-1 4-3-4-3 Faulty motherboard or one of its components. 4-3-3-2 4-3-3-4 IRQ failure. 4-3-3-3 4-3-4-2 Floppy drive or hard drive failure.
3-Beep Codes Beep Code Meaning 1-1-2 Faulty CPU/motherboard. 1-1-3 Faulty motherboard/CMOS read-write failure. 1-1-4 Faulty BIOS/BIOS ROM checksum error. 1-2-1 System timer not operational. There is a problem with the timer(s) that control functions on the motherboard. 1-2-2 1-2-3 Faulty motherboard/DMA failure. 1-3-1 Memory refresh failure. 1-3-2 1-3-3 1-3-4 Failure in the first 64K of memory. 1-4-1 Address line failure. 1-4-2 Parity RAM failure. 1-4-3 Timer failure. 1-4-4 NMI port failure. 2-_-_ Any combination of beeps after 2 indicates a failure in the first 64K of memory. 3-1-1 Master DMA failure. 3-1-2 Slave DMA failure. 3-1-3 3-1-4 Interrupt controller failure. 3-2-4 Keyboard controller failure. 3-3-1 3-3-2 CMOS error. 3-3-4 Video card failure. 3-4-1 Video card failure. 4-2-1 Timer failure. 4-2-2 CMOS shutdown failure. 4-2-3 Gate A20 failure. 4-2-4 Unexpected interrupt in protected mode. 4-3-1 RAM test failure. 4-3-3 Timer failure. 4-3-4 Time of day clock failure. 4-4-1 Serial port failure. 4-4-2 Parallel port failure. 4-4-3 Math coprocessor.